PURBALINGGA, HUMAS – Koordinator Wilayah II Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Tengah, Khafidz Nasrudin mengingatkan para apoteker di Purbalingga agar tidak hanya bekerja di belakang meja saja. Namun harus dapat memberikan pelayanan informasi kefarmasian kepada para pasien yang membutuhkan obat.
Hal tersebut diungkapkan Khafids saat melantik pengurus cabang Ikatan Apoteker Indonesia Purbalingga, di Pendapa Dipokusumo, Sabtu (18/10). Pelantikan dan pengambilan sumpah dihadiri Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto. Acara itu juga diisi sarasehan nasional yang diikuti 500 anggota IAI Purbalingga.
Ditegaskan Khafids, apoteker merupakan profesi milik publik. Apoteker bertanggungjawab terhadap keabsahan resep, penilaian rasionalitas resep, menjamin keamanan, efikasi dan efektifitas obat dan pengobatan atas pasien. Selain itu juga melaksanakan asuhan kefarmasian untuk mendapatkan ‘hasil pasti’ berdasarkan ilmu yang dimilikinya. “Karenanya, praktek Apoteker tidak dapat diserahkan apalagi diwakilkan kepada siapapun dalam bentuk apapun,” katanya.
Pengurus baru, lanjut Khafids, hendaknya berperan dalam membawa perubahan organisasi menjadi lebih baik. Begitu juga dengan para anggota harus berperan mendukung dan mewujudkan program yang telah ditetapkan organisasi. “Jangan hanya jai organisasi papan nama. Ada papan namanya tapi orangnya dan kegiatanya tidak ada,” tandasnya.
Pengurus baru masa bhakti 2014 – 2018 yang diambil sumpah terdiri dari Ketua Yuni Dwi Kushartati SSi Apt, Wakil Ketua Anang Tedy Asmoro SFarm Apt. Sekretaris 1 dan Sekretris 2 masing-masing Amelia Ari Nilandari SFarm Apt dan Mira Athus Solikhah D.I.T SFarm Apt. Kemudian Bendahara 1 Wilu Dwi Septiana SFarm Apt dan Bendahara 2 Erina Dewi Permatasari SFarm Apt.
Kepengurusan tersebut merupakan hasil konferensi cabang IAI Purbalingga yang diselenggarakan 25 Mei lalu. (Hardiyanto)