PURBALINGGA, HUMAS –Sejak ditemukannya kasus pertama Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) Jawa tengah pada tahun 1993. AIDS dan Human Immunodeficiency Virus (HIV), tersebut telah berkembang dengan sangat cepat di Jawa tengah, termasuk di Purbalingga, serta sudah mulai merambah ibu rumah tangga dan remaja.
“Untuk itu, mudah-mudahan, harapan serta doa kita semua, agar Purbalingga bisa bebas, atau zerro (nol) dari penyebaran HIV AIDS,”tutur Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto, pada acara Talkshow dalam rangka Hari AIDS Sedunia Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2014 yang diikuti pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Purbalingga, gabungan berbagai organisasi wanita kabupaten Purbalingga, pelajar, serta berbagai unsur masyarakat, bertempat di Pendapa Dipokusumo, Sabtu (6/12).
Menurutnya, peringatan Hari AIDS Sedunia setiap tanggal 1 Desember setiap tahunnya, dikandung maksud bahwa semua harus berhati-hati dengan penyakit tersebut. Karena penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut sangat berbahaya dan sampai saat ini belum ditemukan obatnya.
“Oleh sebab itu, kita jangan coba-coba untuk mendekati penyebab penyakit ini. Karena penyebab penyakit in idari yang bersifat enak serta mengandung dosa , tapi akibatnya akan sangat fatal. Penyebab penyakit HIV AIDS enak atau tidak,” kelakar Kento.
Sukento, yang juga Bupati Purbalingga mengharapkan, agar organisasi wanita, khususnya ibu-ibu atau ibu rumah tangga ikut menjaga para suami.
“Kepada ibu-ibu jangan biarkan suami kita untuk mendekati penyakit AIDS. Begitu juga para bapak agar sadar serta menjauhi penyakit AIDS, karena dampaknya bukan hanya pada dirinnya, tapi pada istri, anak serta keturunannya,”pintanya.
Dengan diselenggarakannya kegiatan talkshow tersebut, Sukento mengapresiasi serta memberikan penghargaan yang tinggi. Sehingga program Bupati Purbalingga untuk mengurangi penularan HIV AIDS di Purbalingga dapat dikurangi.
Sekretaris KPAD Purbalingga Heni Ruslanto mengatakan, bahwa dalam rangka penanggulangan HIV/AIDS di Purbalingga, pihaknya sudah melaksanakan berbagai kegiatan. Diantaranya sosialisasi bahaya HIV AIDS terhadap pelajar dan Pramuka. Penyebaran leflet ditempat-tempat umum,pelaksanaan zerro survey berupa pengambilan sampel darah terhadap penghuni lapas Purbalingga bekerjasama denganKalapas Purbalingga.
“ Pelaksanaan zerro survey di rumah tahanan (Rutan) Purbalingga, untuk mengetahui apakah lapas Purbalingga termasuk menjadi endemik penyebaran HIV AIDS atau tidak. Setelah dilakukan, ternyata dari 121 sampel darahnya, ada satu orang yang reaksi positif,”terangnya.
Heni menambahkan pelaksanan talkshow,pihaknya sengaja mengundang dari kalangan perempuan atau ibu rumah tangga.Mulai gabungan oraganisasi wanita, guru, siswa juga dari kalangan perempuan, karena penderita HIV /AIDS kebanyakan 50 peresn kaum wanita/ibu rumah tangga .
“Sehingga diharapkan setelah penyelenggaraan talkshow, ibu-ibu dapatmensosialisasikan kepada keluarga serta masyarakat luas, tentang pemahaman penyebaran serta pencegahannya”tuturnya
Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupate Purbalingga, yang bersumber dari Voluntary Counselling and Testing (VCT) atau tes sukarela Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Goeteng Taroenadibrata. Penyebaran kasus HIV/AIDS di kabupaten Purbalingga tahun 2010 hingga bulan Oktober 2014 berdasarkan kecamatan. Penyebarannya ada di 12 kecamatan dari 18 kecamatan yang ada di kabupaten Purbalingga. Sedangkan dua kecamatan yakni Kecamatan Pengadegan dan Kemangkon belum terdeteksi atau nihil.
Sedangkan jumlah penderita HIV AIDS di Purbalingga pada tahun 2010 dua penderita, tahun 2011 jumlahnya 17 penderita, tahun 2012 jumlahnya 16 penderita. Selanjutnya tahun 2013 jumlahnya 18 penderita dan sampai dengan bulan Oktober sudah ada 14 penderita, sehingga saat ini jumlah kumulatif penderita HIV AIDS di Purbalingga keseluruhan mencapai 67 penderita.
Dan yang menjadi faktor resiko kasus HIV/AIDS di Purbalingga dari tahun 2010 hingga bulan Oktober. Kalangan heteroseksual 79 persen, perinatal 10 persen, heteroseksual, IDU empat persen, IDU tiga persen, serta akibat tato dua persen, dan penyebab tidak diketahui sebanyak dua peresn.
Distribusi kasus HIV/AIDS di Purbalingga berdasarkan jenis kelamin, 51 persen oleh laki-laki dan 49 perempuan. Dan berdasarkan pekerjaan, tidak diketahui mencapai 21 persen, ibu rumah tangga (IRT) 19 persen, buruh 18 persen. Sedangkan dari kalangan wiraswasta 16 persen, karyawan enam persen, belum bekerja tujuh persen, tidak bekerja tiga persen dan pembantu rumah tangga (PRT) sebanyak lima persen. Untuk kalangan supir tiga persen dan pelajar dua persen. (Sukiman)
Sambutan ketua KPAD Purbalingga dan suasana talkshow